Selasa, 20 Januari 2009

Jiwa Yang lulu Lantak

Aku terhuyung berjalan dalam kegelapan semesta ....
Menatap asa diantara bayang bayang kegelapan
Sementara jiwa itu terpesona dalam kubangan nafsu
Nafasnya tak terhampiri dari kejauhan

Akupun menjadi sunyi ...
Bingung ... tapi tetap melangkah

Kurindukan sahabat ..
Kurindukan kebersamaan
tapi nihil

Oh ..

Jumat, 09 Januari 2009

Hapus Israel dari Peta Dunia

Latar Belakang Pendirian Negara Israel

Pendudukan Israel atas tanah Palestina dewasa ini dilatar belakangi oleh perjanjian Balfour dalam situasi perang dunia pertama. Perjanjian ini sendiri dilakukan oleh Arthur James Balfour dengan Pemimpin Zionisme Internasional di Britania Raya yaitu Lord Rothchilds atau Walter Rothschilds. Pada tanggal 02 November 1917. Gagasan untuk pemberian tanah kepada Yahudi di Palestina ini telah disepakati oleh Inggris dan Perancis dimana Palestina waktu itu dibawah kekuasaan Turki Usmani.

Perselingkuhan ini dapat terjadi karena Inggris pada waktu itu membutuhkan bantuan Amerika dalam menyudahi perang dunia pertama dimana Kaum Yahudi menjanjikan untuk melobi Amerika untuk bersekutu dengan Inggris pada perang dunia pertama untuk melawan Jerman. Selain itu juga pelobi Zionis-Yahudi yaitu DR. Chaim Weismann ahli kimia yang menemukan Aseton guna membuat Cordite yaitu zat pembakar yang mendorong peluru yang dengan teknologi ini menjadi kunci bagi Inggris mengalahkan Jerman dalam Perang Dunia Pertama. Dengan barter ini lah pula persetujuan bagi pembentukan negara Israel kemudian berlanjut.

Akibat dari perjanjian ini lah maka kemudian menjadi sumber legitimasi atau dukungan bagi terbentuknya negara Israel yang di Proklamirkan oleh David Ben Gurion pada tanggal 14 Mei 1948 yang selanjutnya menjadi Perdana Menteri Pertama Israel.

Namun disisi lain selain bangsa Yahudi yang mendukung berdirinya Negara Israel di Yerusalem yang kemudian disebut dengan Zionisme, Kelompok Yahudi Ortodoks Naturei Karta justru menentang pendirian negara Israel ini, mereka berpendapat bahwa pendirian negara Israel oleh Zionisme Internasional justru mengangkangi taurat. Mereka berpendapat bahwa bangsa Yahudi memang telah ditakdirkan terpecah, diaspora dan tidak bernegara. Mereka menuding Talmud yang dipegang oleh Zionisme Internasional adalah Kitab iblis yang mencemari Kitab Taurat yang diturunkan oleh Tuhan kepada Musa.

Maka bila diamati dari latar belakang tersebut, pendirian negara Israel oleh Zionisme Internasional merupakan tindakan gegabah bahkan mendapat tentangan dari bangsa Yahudi itu sendiri. Dan sudah semestinya Israel memang tidak ada tempat baginya dalam peta dunia.


Geografis Palestina selama masa pendudukan Israel


Dengan berdirinya Negara Israel yang mencaplok Palestina, terjadi Eksodus besar-besaran bangsa Yahudi ke Palestina dan mengusir bangsa Palestina keluar dari Negaranya. Pada awalnya tahun 1945, hanya sedikit saja tanah Palestina yang didiami oleh Israel. Setelah Deklarasi berdirinya negara Israel, kemudian terjadi eksodus besar-besaran dari bangsa Yahudi ke Palestina yang dalam waktu singkat saja sejak Proklamasi berdirinya Negara Israel 14 Mei 1948, sudah hampir setengah tanah Palestina di kuasai.

Sampai dengan sekarang, bisa dilihat dari peta diatas, sampai dengan tahun 2000, Israel telah menguasai hampir seluruh tanah Palestina, membatasinya dan dibuatkan pemukiman bagi bangsa Yahudi. Sehingga bangsa Palestina sendiri hampir kehilangan sama sekali tumpah darahnya dalam posisi terkepung oleh Israel.

Paling tidak lebih dari 5 juta orang bangsa Palestina terusir dari negara nya dan mengungsi ke negara sekitar, yaitu Syria, Lebanon, Mesir, Jordan dll. Bangsa Palestina yang terusir kemudian menjadi pengungsi. Yang masih tinggal di Palestina tentu saja dalam posisi tidak juga kalah mengenaskan.

Maka ada benarnya apa yang dikatakan oleh Mahmud Ahmadinejad Presiden Iran bahwa HAPUS ISRAEL DARI PETA DUNIA,..!!!!. Karena bila dari sejarah yang diungkapkan diatas memang sebenarnya Israel memang tidak memiliki Hak atas Tanah Palestina. Semakin lama tanpa penyelesaian yang baik tentu saja tanah palestina pun tidak akan tersisa, bahkan perluasan akan terjadi didaerah perbatasan terdekat.

Klaim atas Palestina hanya konspirasi Inggris dan Perancis dengan sebagian bangsa Yahudi dari Zionisme Internasional. Dimana Inggris membutuhkan sekutu AS dan Teknologi mesiu dalam memenangkan perang dunia pertama atas Jerman. Sedangkan Bangsa Yahudi membutuhkan dukungan klaim tanah yang di janjikan atas Yerusalem dari sebagian zionis-yahudi.

Yang disisi lain, ini Justru hal itu juga mendapat tentangan keras dari sebagian dari bangsa Yahudi itu sendiri dalam hal ini diwakili oleh Yahudi Ortodoks atau Kelompok Naturei Karta. Yang sampai dengan saaat ini pun tetap menjadi penentang utama bagi gerakan Zionisme Internasional.



Segala upaya mendamaikan tanah Palestina yang kemudian diikuti dengan pengakuan terhadap Keberadaan Negara Israel adalah hal yang sia-sia. Karena hal itu merupakan pengakuan dunia terhadap penjajahan abad 21. Yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut dalam hubungan Internasional dewasa ini.

Bangsa Palestina yang terusir dari negerinya sendiri, harus diberikan simpati dan dukungan untuk dapat merdeka dan mendapatkan kembali tanah mereka. Hal inilah kemudian menjadi inti bagi perdamaian di Timur Tengah.

Disisi lain, Zionisme Internasional pun terus mengembangkan kampanyenya dalam melunakkan sikap dunia internasional terhadap issue ini. Terutama dengan issue Holocoust yang dilakukan oleh Nazi terhadap bangsa Yahudi guna menarik simpati atas nasib bangsa Yahudi dan melunakkan sikap dunia internasional, yang pada akhirnya tujuan dari itu semua adalah pengakuan atas keberadaan negara Israel.

Walaupun Holocoust tersebut lebih terlihat sebagai mitos yang dibesar-besarkan dari pada kenyataan, seperti yang juga diungkapkan oleh Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad.

dari berbagai sumber
termasuki wikipedia

Selasa, 06 Januari 2009

Karbala : Revolusi Spiritual Untuk Kemajuan Masyarakat

Adalah tragedi karbala, 10 Muharram 61 H dimana cucunda Nabi Islam Muhammad SAW  Hussein bin Ali secara tragis dibantai dan dibunuh bersama-sama dengan  keluarga dan segelintir pengikutnya. Pembunuhnya adalah saudara sesama muslim juga atas nama pemerintahan resmi kekhalifaan islam waktu itu Khalifah Yazid bin Muawiyah. 
Lihat ulasan sejarah di 


Perdebatan sejarah Al-Hussein ini masih sengit sampai hari ini. Ada yang tendensius untuk memojokkan islam syiah. Ada yang bersikap lupakan masa lalu songsong  islam yang sekarang, bahkan ada yang tidak tahu akan kebenaran sejarah cucu  Rasulullah ini.

Satu hal yang pasti dari pristiwa karbala tersebut adalah keberangkatan Al-Hussein ke karbala menuju kufah (Iraq)  adalah untuk misi politik yaitu menggulingkan rezim yang berkuasa pada saat itu. Bukan sebuah upaya legitimasi spiritual seperti halnya kasus lia eden atau adanya nabi baru. Toh waktu khalifah yang berkuasa juga berstatus muslim, bahkan kekhalifaan telah lama ada sepeninggal nabi. Dari sinilah pristiwa karbala itu mestinya menarik untuk dikaji

Mengapa Al-Hussein menjalankan misi itu ? Bukankah dia adalah salah satu orang yang telah dijamin Syurga ? Apa yang membuatnya rela sehingga kepalanya harus terpisah dengan badannya ? ......

Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah, situasi represif yang ada pada zaman khilafah Yazid bin Mua’awiyah sudah sedemikian buruknya sampai-sampai, saat menerima ancaman dari Yazid agar membaiatnya sebagai khalifah, Imam Husein mengatakan :
 
Kita harus melupakan Islam untuk selama-lamanya jika kaum muslimin harus diperintah oleh orang semacam Yazid”. (Swara Muslim. Net)

Beliau juga berkata :
“Wahai ummat Islam, dengarlah kata-kataku. Aku pernah mendengar kakekku, Muhamad SAWW, berkata bahwa selalu saja ada pemimpin yang mengaku bergama Islam tetapi berperilaku represif. Ia merobek-robek janji yang telah dibuatnya dengan Allah. Ia menentang sunnah Rasululllah. Ia juga memerintah dengan cara-cara kejam dan maksiat. Siapapun yang melihat pemimpin semacam itu tetapi ia tidak melakukan perlawanan dengan tindakan maupun hanya sekedar kata-kata, maka Allah akan membangkitkannya kelak di hari kiamat bersama pemimpin yang zhalim tersebut”.


 Lihat pandandangan lengkap tentang falsafah karbala di :

Dari ulasan sejarah karbala yang singkat ini secara umum kita dapat mengatakan :
  • Bagi iman hussein islam itu tidak hanya refleksi ritual ibadah semata, tetapi islam  juga pergerakan untuk sosial dan kemasyarakatan dalam kasus ini dengan menolak kepemimpinan (politik) yang tidak lagi berpihak pada kebenaran dan berupaya membuat sebuah oposisi atas dukungan rakyat kufah waktu itu.
  • Kebenaran itu tidak bisa ditawar bagi imam hussein, tidak ada "bargaining politic" disana. Pengorbanan dikarbala adalah lebih baik dari pada berpihak pada yang batil.
  • Fakta sejarah bagaimana nasib keluarga Nabi Muhammad Setelah Meninggalnya.
Bagaimana dengan kita muslim saat ini ? ...

Selasa, 30 Desember 2008

Apotek Rakyat Solusi Ekonomi Atau Apotek Beralih Fungsi Menjadi Toko Sembako ?

Pembentukan Apotek Rakyat di Pasar Pramuka disahkan melalui SK Menteri Kesehatan No. 284/2007. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat meresmikan Apotek Rakyat di tempat tersebut pada 3 April lalu, menyatakan bahwa apotek rakyat dibentuk untuk memperluas akses obat murah dan terjamin kepada masyarakat. Selain memperluas akses, apotik rakyat bertujuan untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta memberikan kesempatan pada apoteker untuk memberikan pelayanan kefarmasian (Majalah Farmasia).

Sejatinya apotek memang adalah sebuah wadah atau lembaga kesehatan yang relatif paling mudah diakses oleh masyarakat untuk imporfasi obat dan pengobatan (Bersifat Kerakyatan). Bahkan,  dengan adanya paradigma baru bagi apoteker yang digaungkan dengan paradigma “pasien oriented atau farmasis Home Core”. Melalui paradigma baru ini,  beberapa penyakit tertentu dapat diatasi oleh apotek melalui apoteker tampa harus kedokter. Beberapa obat yang selama ini hanya bisa dikeluarkan melalui resep dokter,  dapat diberikan oleh apoteker tanpa resep yang selanjutnya dikenal dengan OWA obat wajib apotek.

Atas pengertian ini status  apotek rakyat, apotek biasa atau apapun namanya mestinya tidaklah jadi persoalan atau terjadi pengkelasan apotek. Semua apotek yang didirikan sejatinya juga mesti menyentuh fungsi dasar apotek sebagai lembaga kesehatan. 

Pertanyaannya, apakah hanya dengan apotek rakyat yang yang akan memenuhi fungsi ini ? …… Atau apotek rakyat semata-mata solusi praktis akibat maraknya penjualan obat keras yang tidak terkendali dan teratasi khususnya di pasar pramuka ? Atau bisa jadi sebatas untuk menjembatani jumlah lulusan apoteker yang semakin taun semakin banyak sementara lapangan pekerjaan semakin terbatas,  dengan kata lain yang penting apoteker bekerja soal mutu dan fungsi pelayanan dapat diabaikan ?

Agak lucu juga jika apotek rakyat hanya ada dipramuka bisa menjangkau akses masyarakat yang ada di bekasi dengan mudah.  Bagaimana logikanya ? .... tidakkah pasar pramuka itu diakses oleh pedagang dari seluruh indonesia bukan rakyat ? ..

Nampaknya apotek rakyat ini terlalu terburu-buru untuk diundangkan apalagi diberlakukan. Jauh panggang dari api,  tidak komperehensif apalagi solutif. Pasar pramuka dengan obat palsunya hemat saya hanyalah sebuah efek samping dari keseluruhan penerapan dan pelaksanaan deregulasi dan undang-undang kefarmasian. Dari awal impor, pabrikasi, distribusi, dan kepentingan usaha adalah pokok utama mengapa obat palsu dapat terjadi.  Disamping tentu saja pemain pasar pramuka yang pada intinya mencari penghidupan dengan berdagang obat. 

Lha ? bagaimana obat palsu bisa berhenti, sementara bahan baku shabu dan ekstasi berton ton saja belum teratasi ...

Apoteker ....... riwayatmu doelu.............